Mengapa Anakku suka berbohong? Pastilah pertanyaan ini yang pertama kali akan muncul pada benak orangtua ketika mengetahui bahwa anak Anda beberapa kali melakukan kebohongan. Menurut salah seorang pakar psikolog anak, dikatakan bahwa anak yang suka berbohong merupakan salah satu sikap defensif anak ketika merasa melakukan kesalahan dan untuk menghindari hukuman yang akan dijatuhkan oleh orangtua, apalagi jika ternyata orangtua gemar melakukan hukuman secara fisik.
Memang anak yang sesekali berbohong pada orangtuanya masih bisa ditolerir, namun apabila terus menerus berbohong dan menjadi suatu kebiasaan, orangtua hendaknya perlu mengambil sikap dan tindakan agar kebiasaan buruk ini tidak semakin berlanjut dan menjadi-jadi. Apa saja kiat dan tips menghadapinya?
Kiat dan Tips
Apa yang harus dilakukan ketika anakku suka berbohong? Beberapa kiat dan tips yang diolah dari berbagai sumber berikut ini mungkin bisa dijadikan pertimbangan agar anak tidak lagi gemar berbohong, yaitu:
Belajar terbuka.
Tanamkan kejujuran dan keterbukaan semenjak dini pada anak. Berikan pengertian kepada anak bahwa lebih baik berkata jujur dengan segala konsekuensinya daripada berbohong pada orangtua. Tanamkan juga pengertian bahwa dibohongi itu akan terasa menyakitkan dan kebiasaan berbohong merupakan kebiasaan yang buruk dan dilarang oleh agama.
Melatih bertanggung jawab
Kejujuran pada dasarnya merupakan hal yang mudah diucapkan tapi sulit untuk dilakukan, ini disebabkan karena kejujuran merupakan bentuk tanggung jawab atas apa yang dilakukan. Tak terkecuali pada anak, melatih anak berkata jujur maka melatih mereka untuk bertanggungjawab. Sehingga anak akan tahu ketika berbohong maka anak melepaskan tanggung jawab dan itu pasti ada konsekwensi yang harus diterima.
Role model.
Bisa saja kebiasaan anak berbohong disebabkan anak sering mengalami sendiri dibohongi orangtua, seperti kebiasaan berjanji yang jarang ditepati. Apabila ini yang terjadi, maka akan timbul anggapan pada diri anak bahwa berbohong merupakan suatu tindakan yang tidak salah untuk dilakukan. Oleh karena itu, orangtua hendaknya tidak mudah mengobral janji pada anak yang sekiranya tidak bisa ditepati.
Demikianlah beberapa kiat dan tips yang sebaiknya dilakukan orangtua ketika menghadapi anak yang suka berbohong, sehingga keluhan mengenai anakku suka berbohong lambat laun akan hilang dengan sendirinya. Bagaimanapun juga anak masih dalam tahap belajar sehingga wajar jika anak melakukan kesalahan. Akan lebih baik apabila orangtua dengan sabar melakukan pendampingan dan menghindari pemberian hukuman fisik, karena menurut salah seorang pakar psikolog anak dikatakan bahwa semakin sering pemberian hukuman fisik pada anak, justru akan memicu anak untuk lebih pandai berbohong. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
EmoticonEmoticon